Skip to main content

Wattpad

Ilustrasi Rasa adalah sebuah novel berkelanjutan. Mengisahkan pemuda penyendiri bernama Bayu. Hidup dengan mengandalkan ide-ide seriusnya. Dia terlalu mandiri banyak berhasil berkat kerja kerasnya sendiri. Hingga dimana ia bertemu dengan manusia bising penuh dengan ketidakseriusan. Gadis biasa bernama Elin memiliki prinsip "Kita harus berhasil sama-sama" Kurang percaya dengan kemampuannya sendiri, sering mengandalkan hidup dari pencapaian orang lain. Suatu ketika mereka bertemu dan menjadi tim penyidik kasus penggelapan dana perusahaan. Akankah mereka berhasil menjadi partner kerja yang solid atau malah saling menjatuhkan?


Endap adalah kumpuluan puisi hitam ungkapan perasaan sedih, marah dan kecewa. Kenapa di bilang hitam karena sedikit kasar. Sebagian bernada kekesalan, sebagian lagi berupa sindiran. Puisi ini belum sepenuhnya rampung alias masih berkelanjutan. Maukah kamu membantu menemukan bait-baitku yang hilang tenggelam di dasar lautan?



Oppa Ireumi Mwoyeyo adalah sebuah cerita pendek (cerpen). Judulnya diambil dari bahasa Korea yang artinya "Kakak Siapa Namamu?" Bercerita mengenai pertemuan singkat dua remaja di sebuah halte bus sekolah saat sedang turun hujan. Bak, terkena sebuah sihir, sehari setelah bertemu Jira memutuskan mencari tahu keberadaan pria tersebut. Tidak lain adalah Kakak kelasnya sendiri. Bagaimana perjuangannya demi mengetahui sebuah nama. Mungkinkah kakak kelasnya mengenalinya atau mungkinkah mengajaknya berkenalan duluan? 

Temukan semua jawabannya hanya di wattpad ini linknya ardidapb

© ardidapb

Comments

Popular posts from this blog

Teman Pulang

Saat suasana terasa sepi kadang saya berpikir  "Apa sih yang saya cari?"  "Hidup seperti apa sih yang bisa saya maknai?"  Semua punya waktu.  Begitu juga tentang tinggal dan meninggalkan. Keduanya itu terasa seperti pilihan...  Tetapi nyatanya kita tak punya kuasa untuk memilih. Sebaik apapun rencananya. Kita hanya pemeran tidak benar-benar bisa mendampingi saat sudah waktunya "Pulang" . Diri ini punya Tuhan. Jiwa dan raga yang rapuh hanyalah titipan. Apa sih, yg mau diagungkan. Apa sih, yang benar-benar kamu cari saat hidupmu bahkan sudah baik-baik saja? Saya rasa bukan kebanggaan yang jadi titik tenang, tapi bermanfaat untuk orang jauh lebih membahagiakan.  Karena, yang tulus... Biasanya jadi teman pulang. *Sudah ah, ini hanya catatan anak kecil yang hidupnya serba kebingungan.  © ardidapb

Sepucuk Cerita

 Ada yang tersesat di dalam hutan Lalu singgah di gubuk tua di malam hari Tempatnya kecil namun berapi, sehingga hangat juga terang Mengintip ia lewat bilik-bilik dinding Diluar hujan dan anginnya kencang Sendirian merungkuk, memeluk lutut Sembari berdoa memohon reda. "Tuhan jangan kau buat apinya mati. Aku takut gelap, mataku juga rabun" Pintanya gelisah. Belum sempat ia sampaikan doa yang lain Air turun dari atap yang bocor "Kenapa?"  Tanyanya takut sambil menangis Tungku pun padam dan gelap gulita Keluar  ia mencari cahaya bulan Tiba-tiba petir menghantam gubuknya Hancurlah sudah sampai seisi-isinya Hanya diam mematung menyaksikan semua "Kau tahu aku diminta keluar karena petir datang"  Dan "Kau tahu di luar pun gelap aku kehujanan"  Ketakutan membuat rasa syukurnya hilang "Aku sendirian" "Aku kebingungan" "Kau tahu apa yang harus ku lakukan?" Tanyanya pada seekor katak yang diam Katak itu lompat mende...

Buku Rasa Cokelat

Saat aku merasa tidak ingin mengatakan apa yang sedang kurasakan kepada manusia lain sebagai perantaranya. Saat itu, aku memilih menjadi silentium saja. Rasa-rasanya buku adalah pilihan tepat untuk melarikan diri tanpa harus banyak berucap. Tapi terkadang benda mati seperti buku pun bisa jauh memahamiku.  Buku bisa jadi teman sekaligus penasihat. Mengerti apa yang ku inginkan, tahu apa yang ku butuhkan. Tak perlu repot-repot merepetisi cerita yang ku punya. Hanya dengan menemukan. Membacanya pelan-pelan jika ada yang tidak kumengerti biasanya kucari sendiri. Seolah-olah ia mampu marasuki pikiranku menyuruhku agar tetap waras sekalipun dalam diam.  Belakangan ini aku mencoba menjauhkan diri dari social media. Cara ini terbukti ampuh membuat ku fokus merampungkan bacaan. Buku terakhir yang kubaca berjudul Filosofi Teras milik Henry Manampiring, yang dari awal babnya saja sudah membuat ku hanyut dalam ilustrasi cerita. Seperti tenggelam dalam aksara. Padahal maksudn...