Skip to main content

Posts

Argumentasi Bersyarat

"Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan, tapi ah sudah lah"  "Ada banyak hal yang tidak sesuai dengan pandanganku tapi ah tak usah lah" Aku sering menghadapi situasi seperti itu berkelahi dengan pikiranku sendiri dan menahan pendapatku terhadap pendapat orang lain. Merasa ragu dan kurang percaya diri, tapi terkadang bukan itu masalahnya. Aku perlu menemukan kecocokan terlebih dahulu dengan siapa aku berargumen bukan karena ada kesamaan pendapat. Boleh berbeda, maksudku cara berpikir tetaplah terbuka jika tidak nanti jadi sia-sia. Bisa ricuh, apalagi jika lawan bicaraku itu adalah tipe close minded . Karena aku sendiri adalah tipe open minded  yang punya pemikiran praktis dan sering menghindari konflik. Meskipun aku sadar kebiasaan diam tidaklah baik tapi daripada bicara sembarangan, di tambah tidak tepat sasaran tidak lebih baik juga kan. Akhirnya orang-orang sepertiku mencoba mencari mereka yang enak diajak bicara pelan-pelan. Seperti tipe ...

Caraku Beradaptasi

Berada di tempat lama untuk pulang dan menetap. Disaat aku tahu lingkunganku sudah banyak berubah juga teman-temanku sudah sibuk semua. Jadi, sepertinya aku butuh waktu untuk menerima perubahan ini. Butuh menyesuaikan diri dengan semua yang kuanggap tak lagi sama. Berhari-hari aku merasa bingung lantaran semua punya acaranya sendiri termasuk orang tuaku dan kedua adik ku. Kadang aku diminta menamani mereka. Katanya agar aku tidak diam dirumah. Ok, kita pergi. Ternyata saat bepergian pun rasanya masih sama, aku merasa bingung sendiri. Perasaan itu membuatku enggan untuk ikut lagi. "Beradaptasi" Satu kata sederhana yang mudah ku ucapkan tapi sulit kulakukan. Dua minggu pertama kulewati begitu saja. Hampa, aku rindu dengan tempat lamaku yang kusebut rumah kedua. Aku coba mencari rasa aman dengan menolak ajakan pergi.    Jika  butuh  ditemani aku akan minta, tapi kadang aku memilih pergi sendiri atau pilihan lainnya diam di rumah sibuk dengan ...

Pola Pikir

Menginjak umur yang tidak lagi di anggap remaja alias sudah berkepala dua. Kamu, seharusnya sudah memiliki beberapa peningkatan dalam hidup, contohnya; “Peningkatan status” “Kebahagiaan” “Jabatan” “Penghasilan.” Semuanya oke, keren, “Amazing lah…” Tapi, kita tidak akan membahas seberat itu. Kali ini, kita kupas dari segi yang kecil dan sederhana saja. “Peningkatan pola-pikir.” Pada umumnya, umur saja tidak cukup untuk menilai kedewasaan seseorang. Kamu, perlu melihat dari sudut yang paling dasar yaitu cara berpikir. Untuk kamu yang cukup sibuk. Sibuk kuliah, sibuk berkarier atau sibuk mencari jodoh. Perlahan, tanpa kamu sadari kamu belajar menikmati perubahan pola pikir diri sendiri. Semua ada tahapan dan fase-nya. Hanya saja, kapan dan seperti apa. Cuma kamu yang bisa  memastikan.   Tentang Kepedulian   Penulis  menamakan hal ini dengan sebutan rantai hati. Semakin kita peduli terhadap satu hal, semakin kita peduli ...