Skip to main content

Posts

Apa Kabar

" Masihkah ingat kepada siapa hal ini ingin kamu tanyakan?" Entah kepada teman lamamu, kepada orang tuamu, mungkin kepada mereka yang sedang berjuang sendirian di rumah sakit atau mereka yang tidak bisa pulang berkumpul bersama keluarganya. Kepada rekan kerjamu yang terkena PHK atau tetangga rumahmu yang sudah jarang kamu temui. K erabat jauhmu atau mereka yang sedang sibuk bekerja sehingga kamu pun segan untuk bertanya.  Kepada siapapun itu yang pernah kamu kenal dan mereka mengenalmu. Perihal pandangan jadi renungan, ini tentang sebuah kata sederhana yang terdengar biasa saja tapi bisa berdampak besar bagi sebagian orang.  Akhirnya terciptalah sebuah teori. 'Kadang kita mau tapi kita ragu. Kadang kita rindu tapi kita malu. Juga kadang kita gak tahu dan gak mau tahu'. Jadi diam dan mengurungkan niat adalah pilihan paling tepat.  Padahal bilang, Apa kabar... Ketika diucapkan dengan perasaan tulus. Betapa berartinya kata-k...

Ruang Sendiri

Udah kaya judul lagu Tulus? Benar kok. Aku terinspirasi dari lagunya makanya aku bermaksud membuat tulisan dengan topik ini. Bercerita mengenai seseorang yang butuh ruang untuk mengerti dirinya sendiri. "Ruang Sendiri" Mungkin kita pernah merasakan kepenatan, kegaduhan sehingga kita butuh ruang sendiri untuk mengatasinya. Ada yang bilang itu namanya melarikan diri dan ada juga yang bilang dia cuma butuh istirahat. Tergantung dari mana kita menilai dan seberapa lama waktu yang di butuhkan.  Gak semua orang mandang hal itu buruk tapi gak sedikit juga yang mandang itu gak baik. Sekalipun bisa di lihat dari sudut yang benar. Tetap saja, nanti muncul perbedaan ada jarak yang bersebrangan, paham tapi tidak searah.  Ternyata tidak semua orang nyaman dengan keberadaan. Kadang kita butuh memahami artinya hilang dan tidak ditemukan. Supaya tumbuh perasaan baru tidak jenuh dan bosan. Maksudku bukan hanya tentang terhubung dengan seseorang tapi juga mengerti ...

Jangan Berlarut

Semua orang pernah di hadapkan pada sebuah masalah. Ada yang ringan, ada yang biasa saja dan ada juga yang berat menurutnya.   Mulai  dari pertanyaan nyolot, "Kenapa harus aku orangnya, kok gak  adil banget sih?"  Sampai ke kalimat bijak tapi  toxic, "Gak usah cengeng, kamu kuat kok, g ak boleh sedih, sabar aja!"  Menurutku semua perasaan itu wajar tidak ada yang salah, boleh dirasakan. Contohnya perasaan kecewa atau sedih keduanya bagian dari sebuah rasa. Jadi,  it's okay gapapa. Kalau kamu emang lagi ngerasain hal itu ya, rasain aja. Normal kok yang jadi masalah adalah... "Jangan berlarut" Dulu aku adalah tipe orang yang susah cerita kalau lagi ada masalah, karena aku punya prinsip.  "Aku bisa selesaikan sendiri" Tapi kebiasaan menolak itu perlahan runtuh setelah aku bertemu dengan seorang teman di perantauan yang sekarang sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri. Aw alnya dia sering bercerita...

Argumentasi Bersyarat

"Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan, tapi ah sudah lah"  "Ada banyak hal yang tidak sesuai dengan pandanganku tapi ah tak usah lah" Aku sering menghadapi situasi seperti itu berkelahi dengan pikiranku sendiri dan menahan pendapatku terhadap pendapat orang lain. Merasa ragu dan kurang percaya diri, tapi terkadang bukan itu masalahnya. Aku perlu menemukan kecocokan terlebih dahulu dengan siapa aku berargumen bukan karena ada kesamaan pendapat. Boleh berbeda, maksudku cara berpikir tetaplah terbuka jika tidak nanti jadi sia-sia. Bisa ricuh, apalagi jika lawan bicaraku itu adalah tipe close minded . Karena aku sendiri adalah tipe open minded  yang punya pemikiran praktis dan sering menghindari konflik. Meskipun aku sadar kebiasaan diam tidaklah baik tapi daripada bicara sembarangan, di tambah tidak tepat sasaran tidak lebih baik juga kan. Akhirnya orang-orang sepertiku mencoba mencari mereka yang enak diajak bicara pelan-pelan. Seperti tipe ...

Caraku Beradaptasi

Berada di tempat lama untuk pulang dan menetap. Disaat aku tahu lingkunganku sudah banyak berubah juga teman-temanku sudah sibuk semua. Jadi, sepertinya aku butuh waktu untuk menerima perubahan ini. Butuh menyesuaikan diri dengan semua yang kuanggap tak lagi sama. Berhari-hari aku merasa bingung lantaran semua punya acaranya sendiri termasuk orang tuaku dan kedua adik ku. Kadang aku diminta menamani mereka. Katanya agar aku tidak diam dirumah. Ok, kita pergi. Ternyata saat bepergian pun rasanya masih sama, aku merasa bingung sendiri. Perasaan itu membuatku enggan untuk ikut lagi. "Beradaptasi" Satu kata sederhana yang mudah ku ucapkan tapi sulit kulakukan. Dua minggu pertama kulewati begitu saja. Hampa, aku rindu dengan tempat lamaku yang kusebut rumah kedua. Aku coba mencari rasa aman dengan menolak ajakan pergi.    Jika  butuh  ditemani aku akan minta, tapi kadang aku memilih pergi sendiri atau pilihan lainnya diam di rumah sibuk dengan ...

Pola Pikir

Menginjak umur yang tidak lagi di anggap remaja alias sudah berkepala dua. Kamu, seharusnya sudah memiliki beberapa peningkatan dalam hidup, contohnya; “Peningkatan status” “Kebahagiaan” “Jabatan” “Penghasilan.” Semuanya oke, keren, “Amazing lah…” Tapi, kita tidak akan membahas seberat itu. Kali ini, kita kupas dari segi yang kecil dan sederhana saja. “Peningkatan pola-pikir.” Pada umumnya, umur saja tidak cukup untuk menilai kedewasaan seseorang. Kamu, perlu melihat dari sudut yang paling dasar yaitu cara berpikir. Untuk kamu yang cukup sibuk. Sibuk kuliah, sibuk berkarier atau sibuk mencari jodoh. Perlahan, tanpa kamu sadari kamu belajar menikmati perubahan pola pikir diri sendiri. Semua ada tahapan dan fase-nya. Hanya saja, kapan dan seperti apa. Cuma kamu yang bisa  memastikan.   Tentang Kepedulian   Penulis  menamakan hal ini dengan sebutan rantai hati. Semakin kita peduli terhadap satu hal, semakin kita peduli ...